Minggu, 17 Mei 2026

Terbit : Sab, 28 Februari 2026

Membawa Ajaran Baru: Habib Ba’alwi Mencoba Menyaingi Ajaran Nabi Muhammad SAW

Oleh : Creative Team Habaib
Membawa Ajaran Baru: Habib Ba'alwi Mencoba Menyaingi Ajaran Nabi Muhammad SAW

Para Habib Ba’alawi, melalui literatur manaqib mereka sendiri, secara terang-terangan mengklaim pengalaman spiritual yang setara bahkan melebihi mukjizat Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Klaim ini bukan sekadar cerita karamah biasa, melainkan serangan langsung terhadap kekhususan kenabian yang telah mapan dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Faqih al-Muqaddam, pendiri tarekat Ba’alawiyyah, dinyatakan dalam kitab-kitab internal mereka telah “diangkat ke Sidratul Muntaha” hingga 70 kali dalam semalam. Sementara itu, Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad, pengarang Ratib al-Haddad yang diagung-agungkan, secara eksplisit menyatakan dalam Ghoyatul Qoshdi wal Murad fi Manaqib al-Imam al-Haddad (hal. 102-103): “Mi’raj telah dipersiapkan bagiku di Masjid al-Hajirah, lalu aku diangkat ke langit hingga berada di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla”, disertai pernyataan bahwa “bagi seorang wali dapat terjadi apa yang terjadi bagi seorang nabi”.

Klaim-klaim semacam ini bukanlah karamah wali yang biasa, melainkan bentuk kesombongan spiritual yang paling berbahaya. Mukjizat Mi’raj adalah hak eksklusif Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an (QS. al-Isra’: 1) dan hadits-hadits shahih. Imam an-Nawawi, al-Qadhi Iyadh dalam as-Syifa, serta mayoritas ulama salaf dan khalaf sepakat bahwa pengalaman naik ke langit, mencapai Sidratul Muntaha, dan berbicara langsung dengan Allah adalah kekhususan nabawiyyah yang tidak boleh disamakan dengan siapa pun—baik nabi lain maupun wali.

Lebih tragis lagi, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dalam risalahnya tentang Ahlus Sunnah wal Jama’ah, secara tegas menyatakan bahwa orang yang mengklaim mengalami Mi’raj seperti Nabi, naik ke langit, dan bertemu Allah secara langsung adalah kafir. Fatwa ini bukan interpretasi longgar, melainkan nukilan langsung dari al-Qadhi Iyadh yang menyatakan bahwa klaim “duduk bersama Allah, naik ke atas-Nya, dan berbicara langsung dengan-Nya” termasuk kekufuran murni.

Mengapa para Habib Ba’alwi terus menyebarkan dan membela klaim ini? Karena inilah pondasi hegemoni mereka: menjadikan keturunan sebagai alasan untuk mengklaim derajat spiritual setara atau lebih tinggi dari Nabi. Mereka menciptakan narasi mistis berlebihan—Mi’raj 70 kali, pembelahan dada seperti Nabi, intervensi terhadap malaikat Munkar-Nakir—untuk mempertahankan otoritas sosial-politik di tengah umat. Ini bukan tasawuf sejati, melainkan bid’ah yang dirancang untuk menyesatkan umat, merendahkan martabat Nabi, dan menjadikan para habib sebagai “tuhan-tuhan kecil” yang disembah melalui kultus nasab dan manaqib palsu.

Ulama Ahlus Sunnah kontemporer seperti Buya Yahya telah mengecam keras: “Nabi saja Mi’raj sekali seumur hidup, ada yang mengaku 70 kali dalam sehari—apakah ini bukan penghinaan terhadap Baginda Nabi?” Kritik ini bukan kebencian pribadi, melainkan pembelaan terhadap tauhid dan sunnah.

Umat Islam harus bangkit menolak penyimpangan ini dengan tegas. Jangan biarkan klaim-klaim dusta dari literatur Ba’Aalawiyyah meracuni akidah generasi muda. Kembalilah kepada Al-Qur’an dan Sunnah yang murni, tanpa tambahan mitos yang menghina kekhususan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Klaim Mi’raj para Habib Ba’Alawi bukanlah karamah, melainkan bukti nyata penyimpangan aqidah yang harus diwaspadai dan dikecam habis-habisan demi keselamatan umat.

Wallahu a’lam bish-shawab. Umat yang berakal akan memilih kebenaran daripada mitos leluhur yang menyesatkan dimana mitos itu adalah karangan mereka sendiri.

Sumber:

  • Ghoyatul Qoshdi wal Murad fi Manaqib al-Imam al-Haddad, karya Habib Muhammad bin Zain bin Shumaith, hal. 102-103.
  • Al-Jauharus Syaffaf fi Manaqibis Sadatil Asyraf, karya Syekh Abdurrahman bin Muhammad al-Khatib.
  • As-Syifa bi Ta’rif Huquq al-Musthafa, karya al-Qadhi Iyadh.
  • Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi.
  • Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan fatwa-fatwa KH. Hasyim Asy’ari.
  • Kajian dan ceramah Buya Yahya al-Habsyi tentang kekhususan Mi’raj Nabi SAW.

Penulis: Nusantara Excited

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xenical picture

xenical picture

xenical picture, 17 Mei 2026 - Balas

propecia natural alternative

propecia natural alternative

propecia natural alternative, 16 Mei 2026 - Balas

semaglutide ozempic dosage

semaglutide ozempic dosage

semaglutide ozempic dosage, 15 Mei 2026 - Balas

finasteride uses

finasteride uses

finasteride uses, 14 Mei 2026 - Balas

avanafil price

avanafil price

avanafil price, 1 Mei 2026 - Balas

Hey! Heard about iddewi11 from a buddy and decided to give it a shot. Pretty smooth experience so far, decent game selection and the payouts seem fair. Check it out: iddewi11

iddewi11, 29 Apr 2026 - Balas

Casinodays2 seems like a solid option for some gaming fun. Lots of familiar games and an interface that doesn’t make my head hurt. Good stuff! Give it a spin at: casinodays2

casinodays2, 29 Apr 2026 - Balas

Used the bdwginlink to get to the site, and it was quick and painless. A reliable link is always a plus in my book. Check out the fast link at: bdgwinlink

bdgwinlink, 29 Apr 2026 - Balas

avanafil (stendra) dosage

avanafil (stendra) dosage

avanafil (stendra) dosage, 27 Apr 2026 - Balas

common omeprazole dosage

common omeprazole dosage

common omeprazole dosage, 27 Apr 2026 - Balas

https://shorturl.fm/Zg3iu

Heath2799, 27 Apr 2026 - Balas

cenforce 200 vs cialis

cenforce 200 vs cialis

cenforce 200 vs cialis, 25 Apr 2026 - Balas
Fuqoha Asia Center
033, Tanggamus, Lampung, IDN
Luas Area300 m2
Luas Bangunan150 m2
Status LokasiPribadi
Tahun Berdiri2025-2026
  • Rekomendasi layanan taman bacaan online Fuqoha, pilihan tepat bagi siapapun yang mencari artikel islami masa kini yang disampaikan oleh para ahli dibidangnya.