
Banten Lama, yang seharusnya menjadi bukti kejayaan peradaban Kesultanan Banten, kini terjebak dalam siklus banjir yang berulang setiap musim hujan.
Fenomena ini tidak lepas dari tumpukan kesalahan dalam proses revitalisasi yang dianggap tidak memperhatikan konteks ekologis dan sejarah wilayah tersebut.
Menurut Ratu Bagus Mukoddas Syuhada, Ex. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten (skrg Dewan Pembina), upaya penataan Banten Lama yang telah dilakukan sejak tahun 1989 hingga kini belum pernah dirancang dengan baik. Pada tahun 2017, proyek pematangan lahan kawasan penunjang bahkan langsung memasuki tahap fisik tanpa melalui tahapan esensial seperti Studi Kelayakan (FS), pembuatan Masterplan, Detail Engineering Design (DED), dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Akibatnya, lahan yang memiliki nilai sejarah dan fungsi ekologis. seperti lahan pertanian dan kawasan resapan air terganggu. Lokasi proyek pada saat itu bahkan ditemukan mengubur makam kuno dan artefak bersejarah, sekaligus mengganggu sistem drainase alami yang telah ada sejak zaman Kesultanan.
Dalam diskusi Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten, Ratu Bagus Muqodas Syuhada juga mengungkapkan bahwa rencana pembangunan akses jalan baru di sekitar Kampung Kasunyatan akan mengubah fungsi lahan eksisting seperti pemukiman dan persawahan. Selain berpotensi merusak situs purbakala, perubahan ini juga mengurangi luas lahan yang mampu menyerap air hujan, sehingga meningkatkan volume aliran air permukaan saat hujan deras.
Para ahli juga menyoroti faktor lain yang memperparah banjir. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan bahwa di kawasan Banten terdapat setidaknya 39 situ yang telah ditempati atau direklamasi masyarakat, menyebabkan luasnya berkurang dan fungsi sebagai penampung air terganggu. Hal ini tidak hanya terjadi di Banten Lama namun juga menjadi masalah umum di wilayah Banten lainnya. Selain itu, perubahan fungsi lahan dari hutan dan pertanian menjadi permukiman atau fasilitas lainnya—seperti yang juga terjadi di banyak daerah di Jabodetabekpunjur—menyebabkan berkurangnya kawasan resapan air secara signifikan.
Alm. Tb. Najib, Peneliti Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, menambahkan bahwa sistem drainase yang ada di Banten Lama pada masa Kesultanan telah dirancang secara cermat untuk mengelola aliran air dari Kali Banten dan kanal-kanal yang ada. Namun, pembangunan sarana dan prasarana baru tanpa memperhatikan sistem lama tersebut menyebabkan terjadinya penyumbatan dan genangan air.
Alm. Prof. Tihami, mantan Ketua DRD Provinsi Banten, semasa hidupnya menekankan bahwa revitalisasi Banten Lama tidak boleh hanya fokus pada sisi fisik semata. Perlu adanya pendekatan menyeluruh yang juga memperhatikan aspek ekologis dan budaya. Beliau wafat pada Jumat, 5 September 2025 pukul 10.59 WIB di RSU Dr. Dradjat Prawiranegara Kota Serang dan telah dimakamkan di tanah kelahirannya di Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Ratu Bagus Muqodas Syuhada mengusulkan agar pembangunan baru difokuskan pada zona pendukung di Kota Serang, sementara zona inti Banten Lama difokuskan pada revitalisasi infrastruktur lama seperti jalan-jalan kuno, kanal, dan Kali Banten, serta optimalisasi jalur kereta api yang sudah ada.
Selain itu, perlu dibentuk lembaga khusus seperti Badan Otorita Banten Lama (BOBL) untuk mengkoordinasikan seluruh upaya penataan dan memastikan bahwa setiap langkah pembangunan memperhatikan aspek sejarah dan ekologi.
Perwakilan dari Banten Heritage juga menegaskan bahwa kajian penataan perlu dilengkapi dengan data dari berbagai sumber, termasuk Iran, dan Persia, untuk memastikan bahwa setiap langkah pembangunan tidak hanya berdasarkan catatan kolonial Belanda namun juga memperhatikan kontribusi peradaban lain dalam pembentukan peradaban Banten.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan perencanaan yang matang, diharapkan Banten Lama tidak hanya dapat bangkit sebagai simbol kejayaan sejarah namun juga menjadi kawasan yang lestari dan bebas dari ancaman banjir yang berulang.
Penulis: FG
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 150 m2 |
| Status Lokasi | Pribadi |
| Tahun Berdiri | 2025-2026 |
oral minoxidil sperm
oral minoxidil sperm
oral minoxidil sperm, 16 Mei 2026 -