
Pada abad ke-17, Kesultanan Banten memiliki lembaga Syaikhul Islam yang dipimpin oleh seorang ulama yang disebut Qadi/Mufti/Penghulu. Mereka memiliki pengaruh besar dalam kebijakan raja, tidak hanya dalam masalah keagamaan, tetapi juga dalam masalah sosial, budaya, dan politik.
Pasca Kesultanan Banten dihapus dan keratonnya dihancurkan oleh Herman Willem Daendels pada tahun 1808, Qadi/Mufti/Penghulu Banten menerima amanah dari Sang Sultan menjadi benteng pertahanan terakhir kedaulatan Kesultanan Banten. Mereka menjadi pilar utama dalam mempertahankan eksistensi Kesultanan Banten, meskipun Sultan dan para pangeran serta bangsawan lainnya diburu dan dibuang.
Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Abdul Karim adalah dua ulama besar Banten yang hidup pada abad ke-19. Mereka menjadi kekuatan spiritual dan sumber inspirasi bagi rakyat Banten untuk mendirikan kembali eksistensi Kesultanan Banten.
Pada tahun 1888, terjadi peristiwa Geger Cilegon yang melibatkan beberapa ulama Banten, termasuk murid-murid Syekh Nawawi al-Bantani diantaranya adalah Haji Wasid, Tubagus Haji Ismail, Haji Muhammad Haris, H. Arsyad Thawil, dan H. Arsyad Qashir serta masih banyak beberapa Ulama juga Penghulu tingkat distrik. Peristiwa ini dipicu salah satu nya karena ada pelarangan pembacaan shalawat, tahrim, dan azan dengan suara keras oleh pemerintah kolonial Belanda.
Syekh Ratu Bagus Muhammad Afif (H. Afif) adalah Ulama Pejabat Penghulu Agung terakhir era Hindia Belanda. Ia memainkan peran signifikan dan berpengaruh dalam peristiwa Geger Cilegon 1888. Menurut Bambang Irawan, “Ketika peristiwa Geger Cilegon terjadi, penghulu di Banten lama bernama H. Afif. Dalam laporannya tampak H. Afif hanya sekali mengikuti rapat-rapat perencanaan pemberontakan yang terjadi di Banten. Dari posisi H. Afif ini saya ingin menggambarkan bahwa peristiwa pemberontakan rakyat Banten ini begitu solid dan menyeluruh serta, betapa pandainya rakyat Banten memegang teguh semangat perjuangan yang bersifat rahasia itu”.
Peristiwa Geger Cilegon menjadi simbol perlawanan rakyat Banten terhadap penjajahan Belanda. Penghulu Banten, termasuk Syekh Ratu Bagus Muhammad Afif, menjadi tokoh sentral dan pemimpin spiritual yang sangat dihormati dalam mempertahankan warisan budaya dan keagamaan Banten.
Penghulu Banten memainkan peran penting dalam mempertahankan eksistensi Kesultanan Banten pasca penghapusan oleh Belanda. Mereka menjadi pilar utama dalam mempertahankan warisan budaya dan keagamaan Banten, serta menjadi simbol perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Peristiwa Geger Cilegon menjadi bukti keberanian dan keteguhan rakyat Banten dalam mempertahankan hak-hak mereka.
Ricklefs, M. C. (2008). A History of Modern Indonesia Since c. 1300. Palgrave Macmillan. Vlekke, B. H. M. (1943). Nusantara: A History of Indonesia. W. van Hoeve. Perbendaharaan Lama, hlm. 87-88 – Buya Hamka. Peasent Revolt Banten, 337-388 Apendix VI – Sartono Kartodirjo. Buku Sejarah Geger Cilegon; Menelisik Jejak Jejak Geger Cilegon1888, penulis Bambang Irawan
Penulis: FG
| Luas Area | 300 m2 |
| Luas Bangunan | 150 m2 |
| Status Lokasi | Pribadi |
| Tahun Berdiri | 2025-2026 |
Betwaycasinologin makes logging in so simple! I appreciate sites that don’t make you jump through hoops. Games are solid as always. Check out the easy login: betwaycasinologin
betwaycasinologin, 29 Apr 2026 -Alright, so I logged in through qq777slotlogin. Honestly, the process was super easy. I’ve had issues with other sites, but this was a breeze. Games seem solid too! Give it a shot: qq777slotlogin
qq777slotlogin, 29 Apr 2026 -Ganamaxslots is where it’s at! Serious selection of slot games and the payouts seem pretty decent so far. Get your game on! Check it out at: ganamaxslots
ganamaxslots, 29 Apr 2026 -